Jumat, 15 Agustus 2014

Cargill akuisisi saham mayoritas PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk

Cargill telahmembeli seluruh saham PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (“Sorini”) yang dipegang oleh pemegang saham mayoritas PT AKR Corporindo Tbk (“AKR”) seharga Rp 3.500 per lembar. Selesainya transaksi ini tergantung atas persetujuan pemegang saham AKR. Dalam transaksi terpisah, Cargill juga akan mengakuisisi sebagian saham biasa Sorini yang dimiliki UOB Kay Hian Pte Ltd dengan harga saham per lembar yang sama. Transaksi ini akan selesai pada saat yang sama dengan pembelian dari AKR. Keduanya membuat Cargill akan memiliki 85, 01 % saham biasa dari Sorini, dengan nilai total IDR 2,72 triliun (sekitar USD 300 juta). Saat transaksi ini selesai, Sorini akan menjadi anak perusahaan Cargill. Sorini merupakan produsen dan pemasok sorbitol terkemuka di dunia. Saat ini Sorini mengoperasikan tujuh fasilitas pabrik di propinsi Jawa Timur dan Lampung. Produk Sorini terdiri dari starch dan produk turunan starch termasuk sorbitol cair dan bubuk, dextrose monohydrate, maltose dan maltodextrine, yang banyak digunakan dalam produk konsumen seperti makanan dan minuman, kosmetik dan produk perawatan tubuh serta farmasi.

Saratoga akuisisi PT Gilang Agung Persada

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengakuisisi 4,17 persen saham PT Gilang Agung Persada (PT GAP) atau senilai USD5 juta. Selain itu, perseroan juga menempatkan USD167.000 exchangeable bonds sehingga apabila dana tersebut digunakan akan menambah kepemilikan saham Saratoga di PT GAP hingga 1,67 persen menjadi 5,83 persen. PT Gilang Agung Persada (PT GAP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang fesyen, lifestyle dan luxurios brand. Adapun merek seperti Guess, Celine, Givenchy, La Senza, Gap, Banana Republic, Raol and VNC dan merek lainnya. "Melalui akuisisi saham PT GAP, Saratoga ingin memperkuat portofolio investasi di sektor konsumer, seperti yang telah dikukan di dua sektor lain yaitu infrastruktur dan sumber daya alam

Bank Mandiri Tetap Jaga Kontrol di Bank Sinar

JAKARTA- PT Bank Mandiri, PT Pos Indonesia dan PT Taspen sepakat mendirikan perusahaan bank patungan (joint venture/JV) dengan menjadikan PT Bank Sinar Harapan Bali sebagai anak usaha. Bank Sinar Harapan Bali merupakan anak usaha Bank Mandiri yang menguasai saham sebanyak 81,46%. Dalam skema kerja sama itu, Mandiri akan melepas sebagian sahamnya di bank yang berkantor pusat di Provinsi Bali tersebut. Jumlah saham Mandiri yang akan dilepas berkisar 21-31%, sehingga kepemilikan saham Mandiri akan terdilusi menjadi hanya sekitar 50,46%. Bank Mandiri tetap menjadi mayoritas di Bank Sinar, dengan kepemilikan 50-60%.

Sumitomo Group Invest proyek pembangkit .listrik Lampung

Keberlanjutan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTG) Ulubelu, Lampung segera berjalan. PT Pertamina Geothermal Energy, selaku pengelola wilayah kerja pengusahaan Ulubelu telah menunjuk konsorsium Sumitomo Corporation untuk melaksanakan kontrak pengerjaan proyek konstruksi terpadu alias engineering procurement and construction (EPC). Perusahaan asal Jepang ini bakal membangun PLTG Ulubelu unit 3 dan unit 4 dengan total kapasitas mencapai 110 mega watt (MW). Sebelumnya, Sumitomo lah yang menggarap proyek PTLG unit 1 dan unit 2 Ulubelu yang lokasi persisnya berada di barat provinsi Lampung. Kedua proyek tersebut Sumitomo selesaikan pada 2012. Presiden Direktur Sumitomo Corporations Kuniharu Nakamura menerangkan lebih lanjut, kedua unit pembangkit tersebut bakal dibangun berdekatan dengan unit 1 dan unit 2. Konsorisum kontraktor terdiri dari Sumotomo Corporation dan PT Rekayasa Industri. Nantinya Fuji Electric Co Ltd bakal memproduksi turbin uap panas bumi dan generator di proyek ini. Sedangkan tugas dari Rejayasa Industri adalah mengerjakan konstruksi dan instalasi unit 3 dan unit 4. Selain itu juga bertanggung jawab terhadap pengerjaan konstruksi di atas permukaan tanah (steamfield). Pembangunan PLTG Ulubelu unit 3 ini akan memakan waktu selama 23 bulan. Sedangkan unit 4 mencapai 33 bulan. "Jadi konstruksinya diperkirakan tuntas masing-masing pada Juli 2016 (unit 3) dan Mei 2017 (unit 4)," jelas dia.

PLN Dirikan Pabrik Gardu

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), berniat mengerem impor aneka kebutuhannya. Maklum, tingginya impor peralatan listrik membebani kondisi keuangan perusahaan ini. Salah satu upayanya, anak usahanya PT PLN Enjiniring, meminang Crompton Greaves Limited untuk bekerjasama di Indonesia. Keduanya sepakat membentuk perusahaan joint venture bernama PT Crompton Prima Switchgear Indonesia (CPSI). Direktur Perencanaan dan Pengembangan Afiliasi PLN, Murtaqi Syamsudin, menyatakan, kedua perusahaan sepakat mendirikan pabrik yang memproduksi switchgear (peralatan gardu tegangan tinggi). Pabrik itu setidaknya menelan investasi sebesar US$ 24 juta. Dalam kesepakatan kedua perusahaan, hasil produksi PT Crompton Prima Switchgear Indonesia (CPSI) akan dibeli oleh PLN. Sehingga, produk peralatan gardu yang semula diimpor oleh PLN, nantinya bisa dipasok oleh industri dalam negeri.

Tiga Perusahaan BUMN Sepakat Bentuk Bank Joint Venture

JAKARTA, Jaringnews.com - Tiga perusahaan negara, Bank Mandiri, PT Pos Indonesia dan PT Tabungan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) menandatangani kesepahaman untuk membentuk bank joint venture. Pembentukan bank itu bertujuan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Nota kesepahaman kerjasama tersebut ditandatangani Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana, Direktur Utama Taspen Agus Haryanto dan disaksikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan di kantor Kemeterian BUMN Jakarta, Kamis (31/1). Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, sinergi ini merupakan bentuk dukungan perusahaan negara dalam memperkuat akses masyarakat pada layanan keuangan (financial inclusion). Bank tersebut juga akan fokus mengembangkan sektor Usaha mikro kecil dan Menengah (UMKM), sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. “Melalui sinergi ini, kami ingin membuat lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang dapat terlayani jasa keuangan. Sebab, bank joint ventures ini dapat menggunakan jaringan kantor Pos Indonesia yang tersebar di wilayah-wilayah rural,” kata Zulkifli Zaini dalam siaran tertulisnya hari ini.

Minggu, 26 Januari 2014

我們具有良好的價格出售印尼煤炭

我的名字是Sudarmadi。我在西南鋁,在印尼最大的商業雜誌商業記者。我已經在西南鋁一直致力於自1998年以來。我有在印尼許多煤礦工人的良好關係,特別是在加里曼丹。礦工們要求我在銷售煤炭至中國買家幫助。我的朋友是在公司董事或經理。所以,如果你想從印尼買煤,我願意幫助您獲得可靠的供應商。 你現在應該,從印尼進口煤炭是不容易的,因為這裡這麼多的人在接受態度惡劣地面。對做生意沒有誠信。不少購房者的損失他的錢在買煤為不能選擇最好的供應商。所以,如果你想從印尼買煤,你要小心。你應該先選擇供應商具有良好的整體性。在幫助中國買家,我也是之前選擇的供應商。我知道他的態度,我們可以信任他。 我的礦工每度量噸出售一些神經傳導速度與價格離岸母船(MV),如下: NCV5500-5300價格與美國66美元離岸母船的LC NCV5000-4800,售價60美元離岸價的MV,用LC NCV4800-4600,價格美元58美元離岸壓,通過LC NCV4700-4500,售價55美元,離岸壓,通過LC NCV3800-3600,價格美元43離岸壓,通過LC NCV5800-5600,價格美元69離岸壓,通過LC 對於NCV5500,NCV5000和4800 NCV,供應商可以每月提供250,000噸 對於NCV3800,供應商可以提供300,000噸每月。價格面議。 我的礦工還可以在CFR或CIF術語提供的交易,通過LC期限98+2 你需要知道的是,沒有多少印尼礦主可以自理出售其煤炭至中國。通過自理的不能做出口。在沒有錢,也沒有關於出口營銷知識。在沒有關於國際航運法規知識。所以出口市場是由他的交易員說給他錢做挖掘完成。礦工有當地政府的採礦權,但沒有資本在他的礦區鑽。他們擁有採礦權,因為攝政的頭是他們家庭的一部分,所以得到正確的。這是一個典型的印度尼西亞。你應該知道這個事實。所以,如果你做的規定,即煤炭供應商應該是一個礦主,可能是2年,你不會得到強有力的礦工為你的希望。這將是浪費時間為您服務。你什麼都不做。我想對你最重要的是,如何讓供應商有良好的心態和良好的價格,並能保護您的煤炭供應。所以,如果你需要從印尼進口煤炭,請與我聯繫:電話: +62 813 84 160 988 ,或電郵: sudarmadi@swamail.com

我們用低廉的價格出售煤炭從印尼

我們用低廉的價格出售煤炭從印尼 我們賣煤NCV5500,NCV5000,NCV4800,NCV4700,NCV4500,NCV4000,NCV3800。 我們的能力,就給提供其NCV是每 250,000 噸的指標。 如果你幫我在賣煤,我們都願意分享你的成功收費。 我們是在開放的心態與您攜手共進。 請發郵件給我sudarmadi@swamail.com

Sabtu, 25 Januari 2014

Cari pemasok batubara yang bisa CFR dan CIF

Peluang bisnis, sebuah perusahaan importir batubara China sedang mencari perusahaan eksportir batubara asal Indonesia (miner atau trader) yang bisa kirim / deal ekspor dengan term CFR dan CIF. Importir yang ini tidak mau dengan pola FOB Mother Vessel atau FOB Barge. Yang dicari yang pernah berpengalaman melakukan ekspor CFR/CIF ke China. Kalau Bapak bisa, maka ini kesempatan bagus karena peluangnya cukup besar karena ada relasi dari Tianjin, Beijing dan Xiamen yang butuh batubara dari Indonesia. silahkan hubungi sudarmadi@swamail.com. atau hp 081 384 160 988

Cari pemasok batubara NAR 5500, NAR 5000, NAR 4700, dan NAR 3800

Sebuah PMA perusahaan importir batubara, saat ini sedang mencari mitra perusahaan Indonesia yang bisa pasok batubara NCV 5500-5300, NCV 500-4800, NCV 4700-4500, dan NCV 3800-3600, dalam jumlah besar. Per bulan 200 ribu MT. Saya kenal langsung dengan internatinal purchasing manager dan direktur import mereka. Lebih disukai pemasok yang memang punya tambang sendiri dan memang berpengalaman ekspor batubara ke Chna karena nanti akan dimintai data foo copy COA, BL, dan bukti pengapalan yang dulu pernah dilakukan. Ini kesempatan bagus kalau perusahaan Bapak bisa pasok. Kalau perusahaan Bapak itu bisa pasok, bisa hubungi saya. Thanks. Sudarmadi@swamail.com

Selasa, 31 Desember 2013

BUMN China cari batubara coking coal

Perusahaan BUMN China mau impor batubara jenis batubara coking coal. kebetulan saya kenal dengan manager di peruahaan itu. Kalau perusahaan Bapak produksi batubara jenis coking coal, saya bisa bantu bisniskan. Lebih disukai yang bisa kirim ke China dengan model pembayaran CFR. Sudarmadi email: sudarmadi@swamail.com M: 62 81 384 160 988 (voice)

perusahaan India butuh GAR 4200

Kawan saya, seorang direktur di perusahaan trading batubara di India, akan mengimpor batubara GAR 4200 dari Indonesia. Jumlahnya kalau bisa diatas 300 ribu MT per bulan. Speck batubara yang dia butuhkan: Steam (Non Coking) Coal Description Typical Specification Rejection Gross Calorific Value (ARB) 4200 kcal/kg. < 4000 kcal/kg. Total Moisture (ARB) 34% > 36% Inherent Moisture (ADB) 14% Approx Ash (ADB) 8% Approx Volatile Matter (ADB) 35%-42% Fixed Carbon (ADB) By difference Total Sulfur (ADB) < 0.6% > 1.0% Hardgrove Grindability Index (HGI) 55 Approx Size (0-50 mm) 90% Min Kalau perusahaan Bapak bisa pasok dan memang punya tambang sendiri, silahkan call saya. Sudarmadi email: sudarmadi@swamail.com M: 62 81 384 160 988 (voice)

Buyer batubara dari China butuh NAR 3800 dan NAR 4700

Relasi saya dari China butuh batubara NAR 3800 dan NAR 4700. Yang dibutuhkan miner yang bisa pasok per bulan 100 ribu MT. Pembayaran FOB MV LC dan lebih disukai yang bisa CFR. silahkan hubungi kami di 081 384 160 988 atau sudarmadi@swamail.com

Senin, 01 Juli 2013

Private equity ?

what is private equity firm ? Some foreign private equity now enter Indonesia market, such as Northstar Pacific, Saratoga, Avenue, and etc. A private equity firm is an investment manager that makes investments in the private equity of operating companies through a variety of loosely affiliated investment strategies including leveraged buyout, venture capital, and growth capital. Often described as a financial sponsor, each firm will raise funds that will be invested in accordance with one or more specific investment strategies. Typically, a private equity firm will raise pools of capital, or private equity funds that supply the equity contributions for these transactions. Private equity firms will receive a periodic management fee as well as a share in the profits earned (carried interest) from each private equity fund managed. Private equity firms, with their investors, will acquire a controlling or substantial minority position in a company and then look to maximize the value of that investment. Private equity firms generally receive a return on their investments through one of the following avenues: an initial public offering (IPO) — shares of the company are offered to the public, typically providing a partial immediate realization to the financial sponsor as well as a public market into which it can later sell additional shares; a merger or acquisition — the company is sold for either cash or shares in another company; a Recapitalization — cash is distributed to the shareholders (in this case the financial sponsor) and its private equity funds either from cash flow generated by the company or through raising debt or other securities to fund the distribution. Private equity firms characteristically make longer-hold investments in target industry sectors or specific investment areas where they have expertise. Private equity firms and investment funds should not be confused with hedge fund firms which typically make shorter-term investments in securities and other more liquid assets within an industry sector but with less direct influence or control over the operations of a specific company. Where private equity firms take on operational roles to manage risks and achieve growth through long term investments, hedge funds more frequently act as short term traders of securities betting on both the up and down sides of a business or industry sector's financial health.

what is private equity firm ?

Some foreign private equity now enter Indonesia market, such as Northstar Pacific, Saratoga, Avenue, and etc. A private equity firm is an investment manager that makes investments in the private equity of operating companies through a variety of loosely affiliated investment strategies including leveraged buyout, venture capital, and growth capital. Often described as a financial sponsor, each firm will raise funds that will be invested in accordance with one or more specific investment strategies. Typically, a private equity firm will raise pools of capital, or private equity funds that supply the equity contributions for these transactions. Private equity firms will receive a periodic management fee as well as a share in the profits earned (carried interest) from each private equity fund managed. Private equity firms, with their investors, will acquire a controlling or substantial minority position in a company and then look to maximize the value of that investment. Private equity firms generally receive a return on their investments through one of the following avenues: - initial public offering (IPO) — shares of the company are offered to the public, typically providing a partial immediate realization to the financial sponsor as well as a public market into which it can later sell additional shares; - merger or acquisition — the company is sold for either cash or shares in another company; - Recapitalization — cash is distributed to the shareholders (in this case the financial sponsor) and its private equity funds either from cash flow generated by the company or through raising debt or other securities to fund the distribution. Private equity firms characteristically make longer-hold investments in target industry sectors or specific investment areas where they have expertise. Private equity firms and investment funds should not be confused with hedge fund firms which typically make shorter-term investments in securities and other more liquid assets within an industry sector but with less direct influence or control over the operations of a specific company. Where private equity firms take on operational roles to manage risks and achieve growth through long term investments, hedge funds more frequently act as short term traders of securities betting on both the up and down sides of a business or industry sector's financial health.